Jumat, 22 Februari 2013

Bentrokan Bersenjata di Mali Tewaskan 13 Tentara & 65 Militan

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Pesawat Prancis yang dikirim ke Mali (AFP)
Bamako - Bentrokan kembali terjadi di barat Afrika. Kali ini antara kelompok militan Mali dengan tentara komando Chad di wilayah pegunungan Ifoghas, Mali bagian utara. Bentrokan yang diwarnai aksi baku tembak ini menewaskan 13 tentara Chad dan 65 anggota militan.

"Tentara Chad menghancurkan lima kendaraan dan menewaskan 65 pejihad," demikian pernyataan komando militer Chad, seperti dilansir AFP, Sabtu (23/2/2013).

Pihak militer Chad menuturkan, 13 personelnya tewas dalam bentrokan tersebut. Sedangkan 5 tentara lainnya mengalami luka-luka.

Konflik antara pemberontak dengan tentara Mali yang dibantu oleh tentara Prancis dan tentara gabungan dari negara-negara Afrika berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Sekitar 2 ribu tentara Chad bergabung dalam pasukan gabungan negara-negara Afrika di Mali tersebut.

Pada bulan lalu, sekitar 1.800 tentara Chad mengambil alih wilayah Kidal yang selama ini menjadi markas para pemberontak. Nampaknya, pengambilalihan ini yang memicu aksi keras para pemberontak.

Meski hingga saat ini tentara Prancis masih melakukan operasi militer di Mali, namun mereka berharap agar tentara gabungan negara-negara Afrika segera mengambil alih tugas mereka di Mali. Prancis mengharapkan negara-negara tersebut untuk memukul mundur para pemberontak yang bersembunyi di wilayah utara Mali.